fbpx

Jajanan Anime yang Bikin Nostalgia

Sebagaian anak-anak kecil sudah pasti sangat menyukai serial anime atau kartun Jepang yang biasa dilihat setiap hari minggu dari pagi hingga akan menjelang siang hari, bahkan tidak sedikit anak-anak yang sudah dewasa dan remaja pun masih suka menonton anime yang sudah dilihat dari jaman sekolah hingga sekarang ini.

Dalam sebuah kartun atau anime, biasanya tak jarang salah satu karakter dalam anime tersebut memiliki satu makanan atau camilan kesukaannya yang membuat penggemarnya pun ikut penasaran mencoba atau membuat sendiri dirumah. Seperti Doraemon yang sangat suka dengan kue dorayaki yang biasa digunakan Nobita untuk membujuk Doraemon agar meminjamkan alat yang diinginkan Nobita, lalu ada Naruto yang memiliki makanan mie ramen yang biasa dia santap dikedai langganannya, bahkan Naruto bisa memakan mie ramen dengan jumlah yang banyak.

Hal itu membuat para penggemar kartun atau anime tersebut ikut penasaran dan ingin mencoba makanan yang dimakan oleh karakter dalam anime tersebut. Kali ini kami akan menyajikan beberapa makan yang ada dalam sebuah anime yang bisa membuat kalian nostalgia. Baca artikel terkait makanan Jepang lainnya disini. 

Ilustrasi Dorayaki
Sumber: www.japan-experience.com

Yang pertama ada kue asal Jepang yang ada dalam kartun atau anime Doraemon, kue yang menjadi makanan favorit Doraemon ini asli makanan Jepang. Dorayaki termasuk ke dalam golongan kue tradisional Jepang (wagashi). Kue ini bentuknya bundar sedikit tembam, dibuat dari dua lembar panekuk yang direkatkan dengan selai kacang merah. Dorayaki memiliki tekstur lembut dan mirip castella karena adonan diberi madu. Dorayaki hampir serupa dengan imagawayaki, tetapi berbeda bentuk dan cara memanggang.

Pada mulanya, Dorayaki hanya terdiri dari satu lembar kue bundar dengan pinggiran yang dilipat sedikit hingga berbentuk segi empat. Di bagian tengah kue diberi selai kacang azuki. Pada tahun 1914, perusahaan kue Usagiya memperkenalkan dorayaki yang dibuat dari adonan castella dan terdiri dari dua lembar panekuk. Dorayaki yang terdiri dari dua lembar panekuk dan berbentuk bundar kemudian menjadi populer di seluruh Jepang.

Di daerah Kansai (Osaka atau Nara), kue ini juga dikenal dengan nama mikasa. Hingga kini, dorayaki menjadi kudapan khas Jepang yang mendunia dan disukai banyak usia. Berkat kemunculan dorayaki pun sekarang banyak kue-kue khas Jepang yang menyerupainya, sebut saja seperti imagawayaki dan taiyaki.

Diceritakan bahwa pada zaman dahulu, ada seorang samurai bernama Saito no Musashibo Benkei yang terluka parah. Luka-luka pada tubuh Benkei dirawat oleh sepasang kakek dan nenek sampai sembuh. Untuk membalas budi dari dua orangtua baik hati tersebut sekaligus sebagai ucapan terima kasih, Benkei membuat kue yang terbuat dari adonan tepung terigu dan air menggunakan gong. Semenjak itu, kue Dorayaki dikenali.

Di Indonesia, kue ini mulai diperkenalkan bersamaan dengan diputarnya seri anime Doraemon di televisi. Tokoh Doraemon mempunyai kegemaran makan kue dorayaki. Dorayaki di Indonesia sudah disesuaikan dengan selera lokal, antara lain dorayaki berisi cokelat atau keju.

Semenjak kue ini memiliki banyak penggemar di Jakarta, banyak restora yang menyajikan kue ini dengan berbagai rasa dan varian agar para penikmatnya tidak bosan dengan rasa yang itu-itu saja. Berikut ini beberapa restoran dan tempat makan yang mneyajikan kue kesukaan karater utama dalam serial anime Doraemon ini.

1. Dorayaki Addict
Kuningan City Lt. LG
Jl. Prof Dr. Satrio Kav. 18
Kuningan
Jakarta Selatan

2. Eaton Bakery
Mall Taman Anggrek Lt. 2
Jl. Letjen S. Parman Kav. 21
Tanjung Duren
Jakarta Barat
TC Kuningan Lt. Basement 1
Jl. Prof Dr. Satrio Kav. 25
Kuningan
Jakarta Selatan

4. B-Side Wakai
Central Park Lt. UG
Jl. Letjen S. Parman Kav. 28
Tanjung Duren
Jakarta Barat

5. Marutama Ra-men
Sentral Senayan 1 Lt. B
Jl. Asia Afrika No. 8
Senayan
Jakarta Selatan

Untuk kalian yang ingin mencoba membuat Dorayaki sendiri dirumah, kami akan memberi tahu bahan-bahan dan cara membuatnya dengan mudah, praktis dan enak.

Bahan :
– 1 butir telur
– 1 sdt vanila
– 50 gr gula pasir
– 1 sdm madu
– 25 gr mentega cairkan
– 150 gr tepung terigu
– 1 sdt baking powder
– 1/4 sdt soda kue
– 175 ml air

Cara membuat:
1. Campur bahan A kemudian mix kecepatan rendah sampai pucat setelah itu masukkan bahan B aduk sampai rata.
2. Kemudian masukkan bahan C, sedikit-sedikit.
3. Lalu tuangkan bahan D aduk sampai rata tidak ada yang menggumpal. Kemudian diamkan 15 menit.
4. Panaskan teflon, dengan api sedang cenderung kecil, tuangkan adonan menggunakan sendok sayur diamkan sampai berlubang lalu angkat.
5. Lakukan berulang kali sampai adonan habis. Topping sesuai selera.

Ramen

Ilustrasi Ramen
Sumber: www.livejapan.com

Kedua ada mie kesukaan ninja asal konoha yang menjadi makanan favorit banyak orang Indonesia karena kenikmatan dan rasa pedasnya itu. Jika kalian sering menonton anime Naruto, pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan makanan satu ini. Ramen adalah masakan mi kuah Jepang yang berasal dari China. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba atau shina soba.

Menurut catatan sejarah Tokugawa Mitsukuni (Mito Komon) sering disebut sebagai orang Jepang yang pertama kali makan ramen. Masakan mi kuah ala Cina pertama kali dihidangkan untuk Tokugawa Mitsukuni. Pembuatnya adalah seorang ilmuwan Konghucu dalam pengasingan dari Dinasti Ming yang diundang untuk datang ke Domain Mito.


Ramen diperkirakan mulai dinikmati rakyat banyak pada zaman dahulu. Pada waktu itu, ramen sudah masuk ke dalam menu berbagai rumah makan di kawasan permukiman keturunan Tionghoa di Kobe dan Yokohama. Setelah itu, pada zaman Taisho, penjual mi di Hokkaido sudah menjual ramen seperti ramen yang dikenal orang sekarang ini.


Di Jepang, mi kuah umumnya terdiri dari dua aliran:
• Mi kuah dalam menu rumah makan yang dikelola imigran dari Tiongkok, misalnya mi kuah dengan tauge, mi kuah tanpa lauk (tanmen), mi pangsit kuah, atau mi ala Kanton. Ramen dengan rasa miso atau rasa shio juga dicantumkan dalam menu.


• Mi kuah oleh pedagang kaki lima di waktu malam yang kemudian membuka rumah makan ramen. Pedagang kaki lima yang berkeliling menjajakan ramen dengan gerobak dorong sudah ada di Jepang sejak zaman Edo. Penjual ramen berkeliling memakai gerobak sambil meniup terompet charamela. Lagu yang dibunyikan adalah nada “sol la si – sol la – sol la si la sol la -“. Oleh karena itu, penjual ramen keliling dalam bahasa Jepang sering disebut charamela. Pedagang keliling zaman sekarang sudah menggunakan pemutar rekaman sebagai pengganti charamela. Selain itu, pedagang ramen sering menggunakan mobil dan membawa kursi untuk berdagang di tempat ramai.


Setiap daerah atau kota di Jepang biasanya memiliki masakan ramen khas yang dipakai sebagai daya tarik pariwisata. Tradisi ramen lokal berasal dari usaha membangkitkan perekonomian daerah pada tahun 1980-an. Salah satu di antaranya dengan mempromosikan keunikan ramen khas masing-masing daerah di Jepang. Promosi juga dilakukan lewat artikel di berbagai majalah. Salah satu promosi yang dianggap paling berhasil adalah promosi sapporo ramen. Wisatawan dalam negeri beramai-ramai mengunjungi Hokkaido untuk makan sapporo ramen. Keunikan ramen khas daerah memiliki nilai komersial yang tinggi. Di Jepang terdapat banyak sekali buku-buku laris mengenai ramen. Biro perjalanan juga menawarkan paket wisata untuk berkeliling menikmati ramen dari penjual ramen terkenal.


Jepang memiliki berbagai macam tipe ramen yang dikategorisasikan berdasarkan dua bahan tamanya: mie dan kaldu. Kebanyakan mie terbuat dari empat bahan dasar: tepung terigu, garam, air,dan kansui (sejenis air garam). Kansui inilah yang menjadi pembeda ramen. Kansui merupakan air yang berasal dari beberapa danau yang berada di daerah Mongolia dalam yang mengandung mineral tinggi.

Mineral inilah yang membuat mie berwarna kekuningan dan memiliki tekstur yang kuat. Telur dapat dijadikan sebagai pengganti kansui. Beberapa mie dibuat tanpa telur atau kansui dan hanya boleh digunakan sebagai yakisoba karena memiliki tekstur yang lebih rapuh, lebih rentan dalam menyerap uap air, dan sangat lunak ketika disajikan dalam sup.

Untuk sup ramen, umumnya terbuat dari kaldu yang berbahan dasar ayam atau babi. Kaldu tersebut dikombinasikan dengan rumput laut, serpihan ikan cakalang (katsuobushi), bayi sarden kering (niboshi), tulang sapi, tulang babi, jamur shiitake, dan bawang, atau bisa juga dengan kaldu yang berbahan dasar sayuran.

Tonkotsu (tulang babi) merupakan salah satu jenis sup ramen yang berwarna putih, Sup ini mirip dengan baiting dari Tiongkok dan memiliki kaldu kental yang terbuat dari tilang babi, lemak, dan kolagen yang terbentuk setelah lama memasak yang berjam-jam.

Ramen sendiri mempunyai empat kategori seperti, Ramen Shōyu merupakan jenis yang tertua dari keempat jenis ramen. Ramen jenis ini memiliki sup yang bening kecokelatan. Terbuat dari bahan dasar ayam dan sayuran, kaldu ini dibumbui dengan kecap sehingga rasanya lebih gurih dan asin namun masih terasa ringan di lidah. Ramen Shōyu biasa disajikan dengan topping telur rebus, wortel, kamaboko (kue ikan), tauge, dan bawang daun.

Lalu ada shio ramen, ramen kuah asin berwarna pucat kekuningan dan bening, terbuat dari bahan dasar garam dan dikombinasikan dengan ayam, sayuran, ikan, dan rumput laut. Terkadang, tulang babi juga digunakan sebagai bahan dasar kaldu namun tidak dimasak lama seperti pembuatan sup tonkotsu. Ramen jenis ini biasa disajikan dengan topping kamaboko dan acar buah plum.


Yang ketiga ada miso ramen, ramen jenis ini merupakan salah satu ramen jenis baru karena baru dikenal secara nasional di sekitar tahun 1965. Ramen ini pertama diracik di Hokkaido dengan perpadua miso dan kaldu ayam atau ikan. Kuahnya sedikit lebih kental, agak manis, dan sangat lezat. Ramen berkuah miso biasanya disajikan dengan topping jagung, daun bawang, tauge, dan daging babi cincang.

Yang terakhir ada kari ramen, ramen dengan sup kari pertama dibuat di Hokkaido pada tahun 1965. Kaldunya dibuat dengan tulang babi, dayuran, dan diberi bumbu kari. Mienya lebih tebal dan keriting. Topping yang biasa digunakan adalah daging babi, tauge, dan wakame.

Di Indonesia makanan ini juga banyak memiliki penggemar yang cukup banyak, di Jakarta pun ada banyak restoran Jepan yang menyediakan mi favorit Naruto. Kalau kalian tertarik ingin mencoba ramen, kalian bisa mengunjungi beberapa tempat ini.

1. Ikkudo Ichi
Salah satu tempat makan ramen yang punya banyak cabang di Jabotabek adalah Ikkudo Ichi. Di kedai ini kamu bisa mencicipi mie ramen yang kenyal, irisan daging yang tebal, disiram dengan kuah kaldu yang gurih. Namun tempat ini tidak hanya menjual ramen saja loh, aneka makanan Jepang lainnya juga bisa kamu temukan disini. Untuk harga, masih ramah di kantong deh.

2. Yoiko Ramen 415
Restoran sederhana dengan interior berwarna merah yang khas ini selalu ramai oleh pengunjung. Ada berbagai macam ramen mulai dari tonkotsu, shoyu, hingga gila ramen yang super pedas. Kamu juga bisa menikmati yakisoba goreng, udon, curry rice, karaage, hingga donburi.

3. Menya Sakura
Menya Sakura merupakan kedai makan ramen yang punya banyak cabang di Jakarta dan sekitarnya. Salah satu menu andalan di tempat ini adalah Spicy Tonkotsu Ramen. Dari namanya saja kamu pasti sudah tahu dong kalau ramen ini memiliki cita rasa yang pedas. Kuah ramennya juga tidak terlalu kental, namun tentu saja rasanya gurih.

4. Seirock-Ya
Buat kalian yang ingin mencoba ramen dengan porsi jumbo dan besar, kalianwajib dating ke restoran satu ini. Seirock-Ya menyediakan ramen dengan porsi jumbo, ramen disini selain porsinya besar, kuahnya pun kental dan gurih. Harga ramen di tempat ini juga termasuk ramah di kantong, yakni sekitar 40 ribu hingga 50 ribu rupiah per porsi.

Kalian juga bisa membuat ramen ini dirumah dengan mudah dan praktis dengan bahan-bahan yang mudah kalian dapatkan disupermarket atau pasar tradsional. Kalian juga bisa berkreasi dengan menambhakn toping kesukaan kalian agar rasa ramen lebih lezat dan gurih.

 

Bahan:
– Mie telur
– 2 buah wortel iris korek api
– Daun bawang (iris)
– Rumput laut
– Suwiran daging sapi
– Bakso ikan
– Telur rebus
– Pokcoy

Bahan kuah:
– 2 siung bawang putih
– 1/2 buah bawang bombay
– 2 sdm kecap asin
– 1 sdm saus tiram
– 1 sdm Kecap ikan
– Merica
– Garam

Cara membuat:
– Untuk kuah, tumis bawang putih dan bombai. Tuang air rebusan daging sapi. Beri bumbu pelengkap, angkat jika sudah mendidih.
– Rebus mie dan pokcoy.
– Taruh mie dan pokcoy di mangkuk. Siram kuah, beri topping daging suwir, wortel iris, rumput laut, telur rebus, dan bakso ikan.

Onigiri (Anime Banget)

Onigiri Kesukaan Chihiro
Sumber: www.coupleeatsfood.com

Makanan ini dikenal melalui sebuah anime yang berjudul sprited away yang menceritakan seorang gadis cilik yang berusia 10 tahun bernama Chihiro bersama kedua orang tuanya yang pindah ke rumah baru mereka. Dalam perjalanannya tiba-tiba mereka terjebak dalam sebuah hutan dan mobil mereka berhenti di sebuah lorong besar berwarna merah. 

Orang tuanya merasa penasaran dan ingin memasukinya. Chihiro sempat memaksa orang tuanya agar tidak memasuki lorong itu,namun ia terpaksa ikut karena ia takut tinggal di mobil sendirian .Ternyata, lorong itu berujung ke sebuah tempat yang bernama Yuuya (tempat peristirahatan para dewa).

Onigiri adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segitiga, bulat, atau seperti karung beras. Dikenal juga dengan nama lain omusubi, istilah yang kabarnya dulu digunakan kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut onigiri. Onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit. 

Pada buku harian Murasaki Shikibu Nikki dari Murasaki Shikibu pada abad ke-11 ditulis tentang orang memakan bola-bola nasi. Pada waktu itu, onigiri disebut tonjiki dan sering dimakan pada piknik makan siang.[6]
Pada tahun 1987 ditemukan gumpalan butiran nasi yang terkarbonisasi peninggalan zaman Yayoi dari penggalian arkeologi yang dilakukan di Prefektur Ishikawa. Dari nasi berbentuk onigiri yang sudah terkarbonisasi tersebut ditemukan sisa bekas ditekan-tekan jari tangan manusia. Selain itu, nasi yang dibentuk mirip onigiri juga ditemukan di situs penggalian Prefektur Kanagawa.

Nasi yang digunakan untuk membuat onigiri sebaiknya beras yang memiliki kadar kanji tinggi seperti beras Jepang (Oryza sativa ssp. japonica) yang berbeda dari beras yang dimakan di negara-negara Asia Tenggara adalah beras Asia (Oryza sativa var. indica). Nasi yang ditanak dari beras Japonica mudah melekat satu sama lainnya sehingga mudah dibentuk menjadi onigiri.

Sebelum membuat onigiri, kedua belah tangan harus dibasahkan dengan air matang agar nasi tidak melekat di tangan. Onigiri dibentuk oleh kedua telapak tangan yang diberi garam dapur, sedangkan garam yang menempel di permukaan telapak tangan diratakan penyebarannya dengan gerakan seperti mencuci tangan.
Onigiri jenis paling sederhana biasanya berisi daging ikan salmon panggang atau umeboshi yang berada di tengah-tengah nasi. Selain itu, onigiri ada yang dipanggang setelah sebelumnya dilumuri kecap asin atau miso.

Di Jepang terdapat berbagai macam onigiri dengan isi yang bervariasi tergantung selera orang yang membuatnya. Nori sering digunakan untuk membungkus agar lebih mudah dimakan tanpa ada nasi yang menempel di tangan, walaupun berbagai jenis onigiri tanpa nori juga sering dijumpai. Kalian juga bisa membuat onigiri dengan mudah dirumah dengan berkreasi dan membentuk onigiri dengan isian sesuai keinginan kalian dengan mudah. Berikut ini adalah bahan-bahan dan cara membuat onigiri:

Bahan bahan yang perlu dipersiapkan
• Beras 300 gram
• Beras ketan 75 gram
• Air 500 ml
• Garam 1/2 sdt
• Nori kecil siap makan 10 lembar
• Bon cabe 1 sdm
• Kaldu jamu 1/4 sdt
Isian Ayam Tumis
• Ayam fillet, rebus lalu suwir 50 gram
• Bawang putih, haluskan 1 siung
• Bawang merah, haluskan 2 butir
• Serai, memarkan 1 batang
• Daun salam 1 lembar
• Kaldu bubuk 1/4 sdt
• Merica 1/8 sdt
• Air 25 ml
• Minyak untuk menumis secukupnya

Langkah Langkah
1. Campur beras dan beras ketan jadi satu. Cuci bersih lalu masukkan dalam rice cooker. Tambahkan air dan garam lalu aduk rata. Masak seperti biasa hingga matang. Bagi nasi jadi 2 bagian dan taruh di wadah masing-masing. Biarkan dingin. Sisihkan.
2. Ambil 4 lembar nori. Potong masing-masing jadi 2 bagian dan sisihkan.
3. Ambil 6 lembar nori sisanya lalu remas-remas hingga jadi serpihan kecil dan sisihkan.
4. Isian Tuna Mayo: Panaskan minyak. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan tuna dan merica lalu aduk rata. Angkat. Dalam wadah, campur tumisan tuna dengan saus mayonaise hingga rata. Sisihkan
5. Isian Ayam Tumis: Panaskan minyak. Tumis bawang putih, bawang merah, serai, dan daun salam hingga harum. Masukkan ayam, kaldu bubuk, merica, dan air. Masak hingga bumbu meresap dan air menyusut habis. Angkat dan sisihkan.
6. Siap disajikan

Curry (Kari)

Curry Rice
Sumber: www.marionskitchen.com

Selanjutnya ada makanan yang lumayan sering kita lihat disebuah film anime, makanan ini juga sudah tidak asing lagi bagi orang Indonesia. Curry(kari) adalah makanan yang sangat populer di Jepang, hidangan ini biasa disajikan dengan tiga bentuk, nasi kari, kari udon, dan kari pan. kari mulai diperkenalkan ke Jepang pada masa Era Meiji (1868–1912) oleh Inggris, yang kala itu menjajah India. Hidangan ini menjadi demikian populer dan dapat dibeli di pasar swalayan pada tahun 1960-an. Hidangan ini telah teradaptasi dengan selera Jepang, dan dikonsumsi begitu meluas sehingga ada yang menyebutnya masakan nasional.

Karena masakan ini diperkenalkan ke Jepang melalui perantara Inggris, pada awalnya hidangan ini dianggap masakan barat. Di kawasan Kansai, kari daging sapi lebih lazim, sementara di kawasan Kanto kari daging babi lebih populer. hal ini sangat berbeda dengan negara-negara Asia Selatan yang memiliki pengaruh Hindu yang kuat (yang melarang menkonsumsi daging sapi) dan Islam (yang mengharamkan daging babi), kari vegetarian, ayam, atau kambing dan domba lebih lazim. 


Kari Jepang berbeda dengan kari India, dimana kari Jepang disajikan diatas nasi putih dan cenderung berkuah kental. Biasanya kari ini berisi daging sapi atau daging babi, wortel, bawang bombay, dan kentang. Sebagai pelengkap, ada kalanya disajikan juga fukujin dan rakkyo (sejenis acar). Sedangkan kari India memiliki kuah lebih encer karena tidak menggunakan tepung terigu seperti halnya pasta kari. Kari India terbuat dari bumbu-bumbu seperti jinten dan kunyit dan disantap dengan nasi India yang tidak begitu lengket serta roti Nan.

Saus kari (karē sōsu) disajikan di atas nasi putih untuk menyajikan kari. Saus kari ini dibuat dengan mancampur bubuk kari, tepung terigu, dan minyak, bersama dengan bahan lain. Untuk membuat ruks atau bahan pengental yang kemudian ditambahkan pada rebusan daging dan sayuran, dan kemudian diaduk hingga kuah kari mengental. Penambahan kentang pada kari diperkenalkan oleh William S. Clark dari Institut Pertanian Sapporo, akibat kelangkaan beras kala itu.

Di Jepang sendiri, kari memiliki beberapa varian dalam penyajiannya, seperti daging apa yang digunakan serta saus yang dipakai. Berikut ini adalah varian kari yang ada dinegara matahari:
• katsu kare: kari disajikan bersama irisan daging babi goreng tepung.
• dorai kare: nasi goreng rasa kari, atau kari yang agak kering dengan nasi dan daging giling.
• maze kare: nasi kari, saus dan nasi sudah dicampur. Dipopulerkan oleh restoran kare Jiyuken di Osaka.
• kare don: saus kari, dikentalkan dan diberi perisa mentsuyu atau hondashi dan disajikan diatas semangkuk nasi, memberikan kari dengan citarasa Jepang.
• aigake: nasi disajikan dengan saus kari dan saus hayashi (daging sapi goreng dan bawang bombay, dimasak dalam anggur merah dan demi-glace).
• yaki kare: nasi kari diberi telur ayam mentah diatasnya dan dipanggang di oven. Berasal dari Kitakyushu.
• ishiyaki kare: saus kari dengan nasi disajikan di atas mangkuk batu yang dipanaskan, mirip bibimbap.
• sūpu kare (atau sup kari): sup kaldu kuah kari disajikan dengan irisan bahan-bahan sepeti paha ayam dan sayuran yang diiris kasar. Populer di Hokkaido.
Untuk kalian yang ingin mencoba rasa dari kari Jepang, kalian tidak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk mencoba nya. Di Jakarta juga sudah cukup banyak restoran yang menyediakan mkanan yang populer di Jepang ini.

1. Coco Ichibanya Curry
Coco Ichibanya Curry ini udah punya 1300 outlet yang tersebar di seluruh dunia lho. Restoran yang sudah berdiri dari tahun 1978 ini sangat menarik perhatian orang-orang dengan bright colors yang diaplikasikan di setiap outletnya. Coco Ichibanya Curry menjelma jadi salah satu restoran Jakarta yang nggak pernah sepi pengunjung karena mereka menawarkan suatu yang istimewa, yaitu DIY curry. Yup, kamu bisa meracik karimu sendiri.
2. Itadakimasu
Itadakimasu mengusung konsep minimalist cute Japanese yang nggak cuma ditampilkan dari makanannya, tapi juga di interiornya. Dari luar saja, restoran Jepang di Jakarta Utara ini sudah terlihat catchy dengan berwarna merah, wood material, dan icon bear yang lucu. Masuk ke dalamnya, kamu akan makin terpesona dengan ilustrasi bear warna warni yang digambar manual dengan tangan terlihat di mana-mana. Menu-menu di sini semua terinspirasi dari Japanese cuisine, ada aneka rolls, gyu tan don, curry, baked rice, tamagoyaki, dan berbagai jenis dessert.
3. Ohka Japanese Restaurant
Siapa sangka Ohka Japanese Restaurant yang terkenal dengan ramennya ternyata juga punya menu kari Jepang yang nggak kalah enak. Menu kari yang harus dipesan di Ohka adalah Chicken Katsu Curry. Rasanya flawless! Karinya cukup kuat, chicken katsunya sangat crispy, empuk, dan lezat. Salah satu poin plusnya, porsinya super besar sampai bisa dishare buat dua orang.
Itu adalah sejarang singkat makanan kari jepang dan rekomendasi restaurant yag menyediakan kari yang enak dan wajib kalian coba rasanya.

5.Pocky
Selanjutnya ada cemilan khas negri sakura yang wajib kalian jadikan camilan disaat waktu senggang dirumah atau sedang perjalanan. Pocky adalah stik biskuit berlapis cokelat produksi Ezaki Glico. Selain Pocky cokelat sebagai rasa orisinal, Pocky juga tersedia dalam aneka rasa, di antaranya stroberi, susu cokelat, matcha, almond, serta produk terbaru yang memiliki rasa cookies and cream, dan milk chocolate.
Pocky berawal dari Butter Pretz berbentuk stik yang diperkenalkan oleh Ezaki Glico pada tahun 1963.[1] Peluncuran Butter Pretz menandai masuknya Ezaki Glico ke dalam pasar makanan ringan.[2] Stik biskuit lalu diberi lapisan cokelat dengan menyisakan sedikit bagian yang tidak diberi lapisan cokelat sebagai pegangan. Produk tersebut kemudian dipasarkan dengan nama Pocky Chocolate mulai tahun 1966. Di Eropa, Pocky dikenal dengan nama Mikado. Di Malaysia, Pocky dijual dengan nama Rocky.

Paruh kedua tahun 1950-an hingga awal tahun 1960-an merupakan masa keemasan bagi pasar cokelat batangan di Jepang. Riichi Ezaki ingin perusahaannya memulai produksi cokelat batangan, tapi sudah didahului oleh perusahaan cokelat lainnya. Sewaktu berada di Jerman, staf Ezaki Glico tertarik dengan kebiasaan orang Jerman minum bir bersama pretzel sebagai teman minum. Berbeda dari bentuk asli pretzel yang seperti angka delapan dan diberi taburan butiran garam, ia ingin membuat pretzel manis yang rasanya disukai anak-anak. Pada tahun 1963, Ezaki Glico memproduksi makanan ringan pertama berupa pretzel berbentuk stik yang diberi nama Butter Pretz .Meskipun Butter Pretz sukses sebagai produk laris, Ezaki masih belum merasa puas. Ia ingin mengubah Butter Pretz menjadi stik pretzel berlapis cokelat yang unik dan dapat dinikmati pada segala kesempatan.
Pocky didaftarkan sebagai merek dagang pada tahun 1966. Penjualan Pocky

Chocolate dimulai secara terbatas di Prefektur Hiroshima pada Oktober 1966, dibarengi penayangan iklannya di televisi dan media cetak. Target iklan pertama Pocky Chocolate adalah wanita muda. Setelah sukses dengan pengujian pasar di Hiroshima, Pocky Chocolate mulai dijual secara terbatas di wilayah Keihanshin pada tahun 1967. Pocky Chocolate dapat dibeli di seluruh Jepang pada tahun berikutnya (tahun 1968). Teknik penemuan Ezaki Glico untuk menyisakan sebagian stik coklat sebagai pegangan telah didaftarkan sebagai paten model utilitas pada tahun 1969.

Pocky Chocolate sukses sebagai produk laris. Pada tahun 1970, total penjualan Pocky melebihi 3 miliar yen. Di Indonesia sendiri, Pocky memiliki berbagai rasa dan varian yang berbeda dengan yang ada di Jepang. Pocky juga mudah didapatkan, kalian bisa membelinya di supermarket atau toko yang menjual berbagai jenis cemilan manis.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on linkedin
LinkedIn