fbpx

Kuliner Enak Jakarta 1900-an

Kuliner legendaris merupakan salah satu daya tarik tersendiri yang dimiliki oleh suatu daerah. Rasa dan pengalamannya yang telah melegenda seakan menjadi pemikat tersendiri. Kuliner biasanya kita jumpai di pusat keramaian ataupun di pusat perbelanjaan dimana banyak masyarakat berlalu lalang.

Tapi terdapat juga loh kuliner yang enak nan legendaris berlokasi terpencil dan akses masuknya susah. Di Jakarta sendiri jumlahnya banyak dan selalu ramai karena terkenal dengan kelezatannya seperti Soto Tangkar, Nasi Ulam, Laksa, Pempek serta Nasi Uduk. Yuk simak kuliner – kuliner enak zaman orde baru !

Soto Tangkar H.Diding

Kuliner enak jakarta pertama adalah Kedai Soto Tangkar dan Sate Kuah Daging Sapi Pak H. Diding di kawasan pasar pagi Jakarta. Hidangan ini termasuk legendaris karena telah ada sejak tahun 1960-an. Buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga sekitar pukul 17.00. Menu sate kuah di sini tidak disajikan dengan tusuk bambu. Sebelumnya, sate daging yang telah matang dipotong-potong lalu dimasukkan ke dalam mangkuk dan disiram dengan kuah berbumbu nikmat yang berwarna kuning. Sajian kuah yang kental ditambah rasa santan yang gurih membuat rasa semakin gurih dan enak.

Soto Tangkar H.Diding sate

Beda lagi dengan soto tangkar, karena selain berisi sate juga ada potongan kikil. Namun menggunakan kuah yang sama. Satu porsi sate kuah dengan nasi dihargai sekitar Rp25.000. Sedangkan soto tangkar hanya dihargai Rp22.000 per porsi lengkap dengan nasinya.

Nasi Ulam Misjaya

Nasi ulam misjaya

Kuliner enak jakarta selanjutnya adalah nasi khas Betawi yaitu nasi ulam. Nasi dengan beragam lauk sebagai pelengkap ini telah lama menjadi identitas kuliner Betawi. Salah satu tempat yang masih menjual makanan ini ialah Nasi Ulam Misjaya. Gerobaknya dipenuhi antrian setiap menjelang malam. Dari kalangan kakek nenek hingga pekerja muda. Sudah lebih dari setengah abad Misjaya melestarikan resep orangtuanya. Lokasi terletak di Jalan Kemenangan III, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Gerobak nasi ulamnya terparkir di dekat Klenteng Toasebio.

Nasi ulam di sini disajikan dengan berbagai macam lauk. Mulai dari telur dadar, cumi kering, semur tempe, semur tahu, tempe goreng, perkedel, dan yang paling dicari ialah dendeng. Urutan penyajiannya yaitu nasi putih, yang ditaburi bubuk kacang tanah, lalu bihun, kerupuk dan emping. Di bagian atasnya diberi irisan daun kemangi, timun, dan terakhir diguyur kuah semur berbumbu. Sepiring penuh nasi ulam pun tersaji. Untuk lauknya saya mencoba telur dadar, semur tahu, dan tentunya dendeng. Kuah semurnya  bisa diberikan sesuai selera. Ada yang “banjir” atau hanya “basah”, bahkan kering alias dipisah kuahnya. Menurut Misjaya sendiri, yang bagus memang basah hingga meresap ke nasinya.

Bubuk kacang tanahnya sangat khas, membuat nasi ini memiliki rasa gurih yang berbeda dari nasi tradisional lain. Sedangkan kuah semurnya terasa gurih dan sedikit manis dari penggunaan kecap. Selain itu, sayuran seperti daun kemangi dan timun menambah segar cita rasa nasi yang kian langka ini. Jangan lupa mencicipi lauk andalan yaitu dendeng. Memang pas rasanya dilahap dengan nasi yang berbalut bumbu kacang ini. Rasa gurih dan manisnya menggulung di lidah, diimbangi dengan nasi yang tawar. 

Bagi yang ingin mencoba, masi ulam Misjaya ini memiliki empat cabang. Selain di Glodok, kuliner enak jakarta ini ada di Pluit Junction, Stasiun Duri, dan daerah Palem. Satu porsi nasi ulam dihargai Rp 15.000, belum termasuk lauk. Sedangkan lauknya dari mulai Rp 1.000 untuk tempe, Rp 5.000 untuk telur, dan Rp 10.000 untuk dendeng.

 

Cek juga artikel menarik lainnya, Makanan Anti Gemuk yang Aman Dikonsumsi Malam Hari 

Laksa Betawi Asirot

Laksa betawi asirot

Kuliner selanjutnya tidak asing lagi dan tidak bukan Laksa Betawi Asirot yang sudah sangat melegenda di Jakarta. Ini merupakan contoh kuliner legendaris yang masih eksis ditengah gerusan berbagai makanan kekinian.

Kuliner enak jakarta satu ini mempertahankan resep yang sudah tiga generasi lamanya. Dan tidak sembarangan, ternyata bumbu yang digunakan sangat melimpah jumlahnya. Kuah laksanya terbuat dari rempah yang sangat banyak. Mulai dari lengkuas, kunyit, jahe, temu, jintan, lada, sereh, biji pala, kemiri, daun jeruk, daun salam, ketumbar serta rebon. Bumbu-bumbu yang sudah disebutkan sebelumnya, semuanya digiling sampai halus kemudian ditumis dan dicampur dengan santan.

Sementara itu untuk pilihan lauknya beragam, ada tahu, telur, jengkol, sampai daging yang dimasak sebagai semur. Kemudian jika dihidangkan, akan ada lauk disiram dengan kuah yang dipadu dengan ketupat, daun kucai, taoge, daun kemangi dan tidak lupa ditaburi dengan bawang goreng yang membuat rasanya makin nikmat saja.

Jika ingin mencicipi seporsi laksa Betawi yang sangat lezat dan telah melegenda ini, kamu bisa berkunjung ke Jl. Asirot No. 2 Sukabumi Selatan, Jakarta Barat. Tempatnya bukan seperti kedai pada umumnya, karena yang jadi lokasi berjualan adalah tempat sang pemilik. Lokasinya sederhana hanya mampu menampung kurang lebih 25 orang pengunjung yang datang.

Dengan citarasa yang enak, Laksa Betawi Asirot yang telah beroperasi sejak 1978 ini bisa jadi rekomendasi. Untuk soal kelezatan tidak perlu untuk dipertanyakan lagi.

Pempek Eirin 10 Ulu

Pempek eirin 10 ulu

Kuliner enak jakarta satu ini bernama Pempek Eirin 10 Ulu sudah dimulai dari tahun 1970 di sebuah rumah, di jalan 10 Ulu no. 35, Palembang. Tapi, belum ada kiosnya. Pempek tersebut dijajahkan oleh 50 – 100 penjual di sekitar jalan Ulu. Jenis pempek yang dijajahkan adalah pempek gelondongan, kapal selam, telor kecil, pempek tahu, dan lain-lain. Banyak sekali pelanggan setia yang menantikan penjajah empek-empek datang menghampiri mereka.

Kawasan Ulu di Palembang juga merupakan kawasan Pecinan, seperti Glodok, Asemka, dan sekitarnya. Letak Pempek 10 Ulu Palembang ini dekat dengan Kelenteng Kwan Im 10 Ulu dan Jembatan Ampera. Sejak dulu, mereka sudah sangat menjaga kualitas bahan yang digunakan untuk membuat empek-empek. Daging yang digunakan adalah daging ikan asli, nggak pakai bahan kimia, dan bumbunya juga terbuat dari bahan alami.

Nggak heran jika sampai sekarang usaha pempek ini masih bertahan dan makin hari makin ramai aja. Hingga mereka membuka cabang di Jakarta dengan nama Pempek Eirin 10 Ulu di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Awalnya, mereka hanya merupakan dagangan pempek kaki lima di sana, tapi sekarang mereka sudah berjualan di sebuah ruko. Meskipun sudah dibangun di tempat yang lebih besar, tetap aja sulit menampung ramainya pengunjung yang datang ke sana.

Menu andalan di sana adalah pempek kapal selam, yaitu pempek dengan telur di bagian dalamnya. Selain pempek kapal selam, kamu juga bisa memesan menu lain seperti telor kecil, lenjer besar dan kecil, pempek keriting, tekwan, otak-otak, pempek lenggang, dan sebagainya. Harga-harga yang ditawarkan di kedai ini menurut pegipegi sih terjangkau, ya. Karena, kamu bisa memesan pempek dengan harga Rp 6 ribu sampai 22 ribu aja. Berbagai minuman dingin yang menyegarkan dahaga seperti soft drink dan macam-macam es juga disediakan di sana.

Pempek di sana digoreng sampai gurih dan renyah. Wah, pasti kamu nggak sabar langsung pengin habisin semuanya selagi masih hangat. Kamu bisa merasakan sendiri nikmatnya pempek dengan bahan dasar ikan asli yang enak dan nggak pakai bahan campuran lain. Bukan hanya pempek kapal selamnya yang enak, tapi lenjer, pempek keriting, dan pempek kulitnya juga nggak kalah enak!

Siraman kuahnya yang cokelat agak hitam ini bikin rasa pempeknya makin mantap. Soalnya aroma kuahnya tajam. Terasa banget cukanya. Tapi, justru ini yang bikin kuahnya makin enak. Buat kamu yang suka pedas, kamu bisa menambahkan sambal hijau di pempeknya. Taburan ebi yang garing di atas pempek juga nggak boleh dilewatkan, lho! Dan toping mie kuningnya bikin kamu lebih cepat kenyang.

Nasi Uduk Kota Intan

Nasi Uduk Kota Intan

Nasi uduk merupakan kuliner yang mudah di temui di manapun. Dimasak dengan bumbu-bumbu dapur tertentu dan kemudian dicampur dengan santan. Kuliner ini datang dari tanah Melayu yang dibawa oleh para pedagang di masa yang lampau. Di Jakarta, banyak tempat yang menyajikan nasi uduk sebagai menu utamanya. Seperti halnya Nasi Uduk Kota Intan yang telah melegenda dan populer.

Buat pecinta kuliner nasi uduk, Kuliner enak jakarta  ini merupakan salah satu rekomendasinya. Tempat ini sudah ada kurang lebih 42 tahun lamanya. Nasi Uduk Kota Intan telah turun temurun dan dikelola oleh generasi kedua. Meskipun begitu, citarasa yang ditawarkan masih saja sama. Tak salah para pelanggan terus berdatangan dan rela berdesak-desakan untuk antri.

Cek juga artikel menarik lainnya, Cemilan Favorit yang Tak Lekang Oleh Waktu

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on linkedin
LinkedIn